SISTEM INFORMASI
PEMELIHARAAN KENDARAAN DENGAN METODE PREVENTIVE REPLACEMENT
(STUDI KASUS : TOP TRAVEL
PALEMBANG)
Haryono 1, Vivi Sahfitri 2 , Suyanto 3
Mahasiswa Universitas
Bina Darma 1, Dosen Universitas Bina Darma 2
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Palembang
Abstract : The problems that occur
in the TOP Travel Palembang today is the difficulty in scheduling monitoring
service vehicles. With so many components to do the replacement scheduling and
controlling a vehicle mileage and wear parts as well as view of the large
number of vehicles that need to be controlled, the need for an information
system to aid scheduling of maintenance. Types of treatments performed by TOP
Travel Palembang treatment or prevention of damage called preventive maintenance.
The design of application programming PHP and for the preparation of reports
used Crystall Report, as well as database development using MySQL. Methods of
analysis and design systems using the object-oriented approach (OOAD), which
aids used in the design or visual modeling is UML diagrams, so that the
existence of such modeling will assist and facilitate the development of a
database and program
Keywords : Vehicles, Preventive, Maintenance
Abstrak : Permasalahan yang terjadi pada
TOP Travel Palembang saat ini adalah sulitnya dalam melakukan monitoring
penjadwalan service kendaraan. Dengan banyaknya komponen yang harus dilakukan
penjadwalan penggantian dan pengontrolan jarak tempuh kendaraan serta waktu
pakai suku cadang serta melihat dari banyaknya jumlah kendaraan yang harus
dikontrol maka diperlukannya suatu sistem informasi untuk membantu penjadwalan
perawatan. Jenis perawatan yang dilakukan oleh TOP Travel Palembang dengan
perawatan pencegahan kerusakan atau yang disebut preventive maintenance. Perancangan ini menggunakan
aplikasi pemrograman php dan untuk pembuatan
laporan–laporan digunakan Crystall Report, serta pembangunan database
dengan menggunakan MySql. Metode menggunakan analisis dan perancangan
sistem dengan pendekatan berorientasi objek (OOAD), dimana alat bantu yang
digunakan dalam perancangan atau pemodelan secara visual adalah UML diagram,
sehingga dengan adanya pemodelan tersebut akan membantu dan mempermudah dalam
pembuatan database dan program.
Kata Kunci : Kendaraan, Preventive, Maintenance.
1. PENDAHULUAN
Dewasa
ini ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat
pesat. Banyak perusahaan-perusahaan swasta, instansi-instansi pemerintah yang
menggunakan teknologi informasi untuk membantu kegiatan operasionalnya.
Pengolahan data, informasi dan sumber daya perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi dapat membantu untuk
meminimalkan pengeluaran perusahaan serta meningkatkan kinerja dan performa
perusahaan.
TOP
Travel Palembang merupakan sebuah perusahaan otobus dengan armada kendaraan
ringan jenis minibus beroperasi dengan wilayah trayek antar kota antar provinsi
wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Saat ini perusahaan memiliki kurang lebih
200 unit armada dengan berbagai merek dan jenis. Dengan wilayah kerja yang
meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Pekanbaru, Sumatera Barat dan
Bengkulu maka PT Top Travel memiliki beberapa perwakilan. Tidak semua
perwakilan memiliki bengkel untuk perawatan ataupun perbaikan kendaraan. Perawatan
kendaraan terutama untuk mesin dilakukan pada perwakilan yang memiliki bengkel.
Guna meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan TOP Travel
Palembang selalu menjaga performa dan kualitas kendaraan demi kelancaran
perjalanan sehingga jadwal keberangkatan dan kedatangan sesuai dengan waktu
yang ditentukan. Dengan rutinitas kendaraan yang digunakan hampir setiap hari
melakukan perjalanan maka diperlukan penanganan khusus untuk perawatannya agar
performa kendaraan tetap terjaga jika tidak maka mesin akan cepat mengalami
kerusakan.
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sulitnya dalam
melakukan monitoring penjadwalan service kendaraan. Saat ini pengemudi
kendaraan tidak memperhatikan perawatan mobil terutama masalah penggantian suku
cadang yang memiliki batas pemakaian dengan jangka waktu atau jarak tertentu.
Sebagai contoh pemakaian oli seperti oli mesin, oli gardan dan oli perseneling
yang sering kali belum diganti sedangkan jarak tempuh sudah melewati batas
penggantian, demikian juga penggantian filter oli, filter bahan bakar, fan belt, wipper dan lain-lain jika
sudah melewati masanya belum diganti maka akan mengakibatkan kerusakan pada
komponen mobil.
Dengan banyaknya komponen yang
harus dilakukan penjadwalan penggantian dan pengontrolan jarak tempuh kendaraan
serta waktu pakai suku cadang serta melihat dari banyaknya jumlah kendaraan
yang harus dikontrol maka diperlukannya
suatu sistem informasi untuk membantu penjadwalan perawatan. Jenis perawatan
yang dilakukan oleh TOP Travel Palembang dengan perawatan pencegahan kerusakan
atau yang disebut preventive
maintenance.
Pengambilan
keputusan dalam menentukan interval preventive maintenance berdasarkan
target reliability yang dirancang dalam suatu program bertujuan untuk
tercapainya penghematan biaya. Perancangan ini menggunakan aplikasi
pemrograman dan untuk pembuatan laporan–laporan digunakan Crystall Report,
serta pembangunan database dengan menggunakan MySql. Sebelum melakukan
pemrograman, terlebih dulu dilakukan langkah analisis dan perancangan sistem dengan
pendekatan berorientasi objek (OOAD), dimana alat bantu yang digunakan dalam
perancangan atau pemodelan secara visual adalah UML diagram, sehingga dengan
adanya pemodelan tersebut akan membantu dan mempermudah dalam pembuatan database
dan program.
Untuk
itu penulis mengangkat permasalahan diatas ke dalam penelitian dengan judul
“Sistem Informasi Pemeliharaan Kendaraan dengan Metode Preventive Replacement”
dengan studi kasus pada TOP Travel
Palembang.
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1
Waktu dan Tempat
Penelitian dilakukan selama 4 (empat) bulan mulai bulan Maret
hingga Juni 2014 dengan tempat penelitian di TOP Travel Palembang.
2.2 Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Whitten (2004) adalah pengaturan orang, data,
proses dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses,
menyimpan dan menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan untuk
mendukung suatu organisasi.
Sedangkan menurut teori Mc Leod (2001),
dijelaskan bahwa “Sistem adalah suatu
totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan
bersama-sama beroperasi mencapai suatu tinjauan tertentu di dalam suatu
lingkungan. Sistem merupakan suatu kesatuan (entity) yang terdiri dari
bagian-bagian (sub-sistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai
suatu tujuan tertentu”.
Dari teori di atas dapat disimpulkan
bahwa sistem informasi merupakan kumpulan proses yang saling berinteraksi yang
terjadi pada suatu organisasi atau perusahaan guna mendukung organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya.
2.3
Metode Pengumpulan Data
- Pengamatan (Observasi): Yaitu
metode pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara langsung
yang dilakukan di lokasi penelitian yaitu pada TOP Travel kantor Palembang khusunya pada
bagian perawatan kendaraan / maintenance.
- Wawancara
(Interview) : Yaitu dengan mendapatkan data-data
secara langsung dari sumber yang mengerti sehubungan dengan pengamatan,
penulis bertanya langsung dengan pihak-pihak yang terkait antara lain
staf, driver dan mekanik.
- Studi Pustaka : Metode yang dilakukan adalah
dengan mencari bahan yang berkaitan atau mendukung dalam penyelesaian
masalah melalui buku-buku, majalah, dan internet yang erat kaitannya
dengan masalah yang sedang dibahas. Buku-buku dan brosur-brosur di dapat
langsung dari tempat penelitian sedangkan buku-buku lain penulis
mendapatkannya dari perpustakaan dan beberapa toko buku.
2.4 Metode
Pengembangan Sistem
Metode yang digunakan
untuk pengembangan perangkat lunak adalah metode sekuensial linier yang disebut siklus kehidupan klasik atau waterfall model (model air tejun). Sekuensial linier mengusulkan sebuah
pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang sistematik sekuensial yang dimulai pada tingkat dan
kemajuan sistem pada seluruh rekayasa dan pemodelan sistem, analisis kebutuhan
perangkat lunak, perancangan sistem (design),
pembuatan kode (coding), pengujian (testing) (Pressman, 2002 : 36). Metode sekuensial linier melingkupi
aktivitas-aktivitas sebagai berikut
:
1. Rekayasa dan Pemodelan Sistem
Rekayasa dan pemodelan sistem menyangkut
pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem serta informasi yang mencakup
pengumpulan kebutuhan atau pengumpulan data.
2.
Analisis
Kebutuhan Perangkat Lunak
Tahap analisis adalah tahapan pengumpulan kebutuhan-kebutuhan dari semua
elemen sistem perangkat lunak yang akan di bangun. Pada tahap ini dibentuk
spesifikasi kebutuhan sistem, fungsi sistem yang dibutuhkan, performance (unjuk kerja) sistem.
3.
Perancangan Sistem (Design)
membuat rancangan perangkat lunak dengan menggunakan metode perancangan model
fungsional yaitu dengan menggunakan model UML
(Unifide Modeling Language) dilanjutkan dengan desain input dan output.
4.
Pembuatan
Kode (coding)
Penterjemahan perancangan
ke bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, dengan menggunakan bahasa
pemrograman.
5.
Testing
Yaitu verifikasi sistem
secara keseluruhan. Setiap kali kode dari sistem telah dibuat maka akan
dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa semua pernyataan sudah di uji.
Selain itu pengujian dilakukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan
input memberikan hasil yang diharapkan..
2.5 Perawatan (Maintenance)
Maintenance seringkali
diterjemahkan sebagai perawatan atau pemeliharaan. Perawatan atau pemeliharaan
adalah konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan
kualitas fasilitas/mesin agar dapat berfungsi dengan baik seperti kondisi
awalnya. (Ansori dan Mustajib, 2013:2)
Dalam
menjaga kesinambungan proses transportasi pada fasilitas dan peralatan dalam
hal ini kendaraan seringkali dibutuhkan kegiatan pemeliharaan seperti
pembersian (cleaning), inspeksi (inspection), pelumasan (oiling) serta pengadaan suku cadang (stock spare part) dari komponen kendaraan. Masalah perawatan
mempunyai kaitan erat dengan tindakan pencegahan (preventive( dab perbaikan (corrective).
Tindakan probematika perawatan tersebut berupa (Ansori dan Mustajib, 2013:3) yaitu:
a. Pemeriksaan (inpsection), yaitu tindakan yang ditujukan untuk sistem atau mesin
agar dapat mengetahui apakah berada dalam kondisi yang diinginkan.
b. Service
yaitu tindakan atau tujuan untuk menjada suatu sistem atau mesin yang biasanya
telah diatur dalam buku petunjuk pemakaian mesin atau kendaraan.
c. Penggantian Komponen (Replacement) yaitu tindakan penggantian komponen-komponen yang
rusak atau tidak memenuhi kondisi yang diinginkan. Tindakan ini dapat dilakukan
secara mendadak atau dengan perencanaan pencegahan terlebih dahulu.
d. Perbaikan (Repairment), yaitu tindakan perbaikan yang dilakukan pada saat
terjadi kerusakan kecil.
e. Overhaul,
tindakan besar-besarn yang biasanya dilakukan pada akhir periode tertentu.
2.6 Preventive
Replacement
Preventive Replacement sering
disebut preventive maintenance adalah
rencana pemeliharaan pada pabrik dan perlengkapan pabrik. Hal ini merupakan rancangan yang didesain untuk
meningkatkan penggunaan pada mesin (Efendy, 2008: 572).
Teori lain menjelaskan Preventive replacement merupakan perawatan yang dilakukan
secara terencana untuk mencegah terjadinya potensi kerusakan yang mengakibatkan
penggantian sparepart yang belum habis masa pakainya. Preventive maintenance merupakan kegiatan perawatan dan
pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan yang tidak
terduga dan menemukan kondisi dan keadaan yang menyebabkan fasilitas kendaraan
terjadi kerusakan pada saat digunakan. (Ansori dan Mustajib, 2013:5).
2.6
Untuk
mencapai keberhasilan dengan preventive maintenance yang telah dikembangkan,
harus diuji, dikoreksi dan disesuaikan dengan frekuensi sistem penjadwalan
kegiatan. Penjadwalan harus dapat memaksimalkan kondisi objek yang dijadwalkan.
Parameter dan Fungsi Keandalan
Parameter yang diterapkan dalam pemrograman untuk membangun suatu
sistem informasi pemerliharaan dengan metode preventive replacement
yaitu Mean Time To Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR).
MTTF merupakan nilai rata-rata waktu
kegagalan yang akan datang dari sebuah sistem (komponen). Untuk sistem yang
dapat direparasi, maka MTTF adalah masa kerja suatu komponen saat pertama kali
digunakan atau dihidupkan sampai unit tersebut akan rusak kembali atau perlu
diperiksa kembali. Mean Time To Repair (MTTR) adalah waktu rata-rata
untuk waktu pengecekan atau perbaikan saat komponen atau unit tersebut
diperiksa sampai komponen atau unit tersebut digunakan atau dihidupkan kembali.
(Efendy, 2008: 575).
Karena perhitungan MTTF dan MTTR
sama maka didefnisikan dengan :
a.
Distribusi Normal
Distribusi Normal
MTTF / MTTR =

b.
Distribusi Lognormal
MTTF / MTTR = exp
c.
Distribusi Weibull
Distribusi Weibull
MTTF /
MTTR =
d.
Distribusi Exponensial
Distribusi Exponensial
MTTF / MTTR = 
Dari beberapa paramater di atas maka dapat ditentukan
rata-rata waktu antar kegagalan (Mean
Time Between Failure/MTBF) dimana parameter ini digunakan untuk mengukur
keandalan suatu komponen kendaraan. Rumusan MTBF adalah

MTBF = MTTF + MTTR
2.7 MySQL
MySQL
merupakan bahasa yang dikembangkan dari bahasa SQL (Structured Query Language). SQL sendiri merupakan bahasa yang
terstruktur yang digunakan untuk interaksi antara script program dengan database
server, dalam hal ini pengolahan data dengan SQL kita dapat membuat label
yang nantinya akan diisi dengan data, memanipulasi data (misalnya menambah
data, menghapus data dan memperbarui data) serta membuat suatu semakin kompleks
dan memungkinkan dibuatnya aplikasi database
yang canggih.
2.8 Unified Modelling Language (UML)
UML
adalah sebuah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk
visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. Berdasarkan
teori dari Munawar (2005:17) menjelaskan bahwa Unified Modelling Language (UML) adalah alat bantu yang
menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan bagi pengembang sistem
untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku, mudah
dimengerti serta dilengkapi dengan mekanisme yang efektif untuk berbagi (sharing)
dan mengkomunikasikan rancangan mereka dengan yang lain.
2.9 Perancangan Sistem
2.9.1 Use Case Diagram
Use case Diagram terdiri dari 2
(dua) aktor yang masing-masing aktor memiliki wewenang untuk mengakses sistem.
Aktor marketing mengakses seluruh sistem, sedangkan
customer dapat mengakses keseluruhan kecuali input
data.

Gambar
2.1 Use Case Diagram
2.9.2 Actifity Diagram
Dalam activity diagram menjelaskan kegiatan
yang dilakukan oleh aktor dalam sistem. Activity
diagram terdiri dari aktor marketing dan customer.

Gambar 2.2
Actifity Diagram Staff
3.
HASIL
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan pada PO TOP Travel Palembang, hasil akhir dari semua kegiatan
dan tahapan-tahapan perancangan sistem yang telah dilakukan merupakan penerapan
dari analisa dan perancangan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang
terdiri dari desain file, desain input, dan desain basis data. Sedangkan
aplikasi yang digunakan Php.
3.1 Tampilan Halaman Login
Form login adalah form untuk masuk ke
dalam halaman utama. Hal login berisikan dua field yaitu username dan password. Hanya user yang telah memiliki
id dan password yang dapat melanjutkan untuk mengakses halaman utama. Pada
gambar merupakan tampilan interface halaman login.

Gambar 3.1 Tampilan Halaman Login
3.2 Tampilan Halaman Utama
Halaman utama merupakan kontrol
navigasi untuk seluruh menu dalam aplikasi, terdiri dari 8 (delapan) icon sub menu. Untuk mengakses menu user
hanya melakukan klik pada salah satu icon yang ada di sebelah kiri halaman
utama. Adapun tampilan interface halaman utama seperti pada gambar.

Gambar 3.2 Tampilan Halaman Utama
3.3
Input Data Trayek
Input data trayek digunakan untuk
melakukan pemasukan data trayek, dimana sebelum melakukan aktivitas lain data
trayek ini harus diinput terlebih dahulu. Dari menu utama pilih data trayek
lalu akan muncul laporan daftar trayek
Gambar 3.3 Input Data Trayek
Untuk melakukan tambah data tekan pada tombol perintah tambah
data

Halaman ini terdiri dari 4 (empat) field yang harus diisi dan untuk menyimpan cukup dengan menekan pada tombol perintah add trayek. Adapun tampilan data trayek.
3.4 Input Data Armada
Input data armada digunakan untuk memasukkan data
armada kendaraan yang dimiliki oleh TOP travel Palembang. Adapun data armada
yang diinputkan terdiri dari 7 (tujuh) item data. Tampilan input data armada
seperti pada gambar.

Gambar 3.4 Input Data Armada
Tekan tombol tambah dari halaman
Armada , lalu akan muncul halaman input data armada sebagai berikut :

3.5 Input Data Sparepart
Input
Data sparepart digunakan untuk memasukkan data-data komponen kendaraan yang
akan dilakukan perbaikan atau perawatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Adapun item data komponen terdiri dari 2 (dua) item yaitu kode komponen dan
nama komponen. Tampilan halaman pemasukan data sparepart atau komponen seperti
pada gambar.

Gambar 3.6 Input Data Sparepart
Tekan tombol tambah dari halaman
input data maintenance, lalu akan muncul halaman input data maintenance sebagai
berikut :
3.7 Input Data Jadwal Maintenance
Input data jadwal maintenance digunakan untuk memasukan
data-data jadwal maintenance atau perawatan kendaraan. Sebelum melakukan input
data jadwal perawatan, terlebih dahulu harus dimasukkan data-data kendaraan dan
komponen atau spare part. Tampilan input data jadwal maintenance seperti pada
gambar.

Gambar 3.8 Input Data Jadwal
Maintenance
Tekan tombol tambah dari halaman
input data Jadwal Maintenance, lalu akan muncul halaman input data maintenance
sebagai berikut :

3.9 Input Data
Maintenance
Input data maintenance digunakan
untuk memasukkan data-data maintenance seusai dengan jadwal yang talah
ditentukan. Sebelum menjalankan menu ini, data penjadwalan dan data lainnya
seperti data trayek dan data armada kendaraan sudah harus diinput terlebih
dahulu. Adapun tampilan input data maintenance seperti pada gambar.

Gambar 3.10 Input Data maintenance
Tekan tombol tambah dari halaman input data
maintenance, lalu akan muncul halaman input data maintenance sebagai berikut :

Gambar 3.11 Daftar Trayek
Daftar trayek menginformasikan
trayek-trayek yang dimiliki oleh top travel Palembang. Adapun dalam laporan
daftar trayek terdapat fasilitas pencarian atau filter data.
. 

Gambar 3.12 Daftar Trayek
Filter data berupa penyaringan data berdasarkan rute tertentu
untuk mengetahui jumlah kendaraan pada setiap trayek. Masukkan data rute lalu
pilih tombol search. Selanjutnya di layar akan ditampikan data dengan kriteria
yang diinginkan. Untuk mengembalikan seperti semula, kosongkan pada item filter
lalu tekan tombol search.
3.13 Daftar Armada
Daftar Armada menginformasikan
jumlah armada yang dimiliki oleh top travel Palembang. Adapun dalam laporan
daftar armada terdapat fasilitas pencarian atau filter data

Gambar 3.13 Daftar Armada
Filter data berupa penyaringan data
berdasarkan rute tertentu untuk mengetahui jumlah kendaraan pada setiap trayek.
Masukkan data rute lalu pilih tombol search. Selanjutnya di layar akan
ditampikan data dengan kriteria yang diinginkan. Untuk mengembalikan seperti
semula, kosongkan pada item filter lalu tekan tombol search.
4. SIMPULAN
Berdasarkan hasil yang telah
diperoleh dari tahap-tahap penelitian maka penulis dapat mengambil kesimpulan
sebagai berikut :
1.
Dengan adanya aplikasi ini maka akan sangat membantu proses
penjadwalan perawatan kendaraan untuk memperlama umur komponen suku cadang.
2.
Aplikasi yang dihasilkan dibuat dengan menggunakan bahasa
pemrograman Php terdiri dari sebuah halaman dengan beberapa sub menu antara
lain trayek, armada, sparepart, penjadwalan, maintenance dan
laporan.
3.
Aplikasi yang dihasilkan dapat membantu aktivitas perawatan
kendaraan terutama pada bagian maintenance yang dilakukan di TOP Travel
Palembang.
4.
Dalam hal penyimpanan data aplikasi terkoneksi dengan basis
data MySql.
DAFTAR RUJUKAN
Ansori dan
Mustajib,(2013),Perawatan Kendaraan,
Yogyakarta : Liberty.
Efendy, Y. (2008).Perancangan Model Preventive Maintenance dengan Desain
Modularity. Elex Media Komputindo.
Modularity. Elex Media Komputindo.
Mc. Leod,(2001),Sistem Informasi Lanjutan, Yogyakarta :
Graha Ilmu..
Whitten, L. J, (2004), Metode Design dan Analisis Sistem (Edisi 6), Yogyakarta
: Penerbit Andi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar